Tiba di pelataran Jl. Ceker Ayam, tepat jam 11.30 WIB. Nampak beberapa santri sedang sibuk melaksanakan tugas jaga malam –tugas wajib bagi setiap penghuni kamar di Al-Ghozali untuk bergiliran menjaga ketertiban lingkungan ketika malam tiba- namun ada sedikit ralat, sebenarnya tidak pantas juga menyebutnya jaga malam, karena mereka tak ubahnya seperti pindah tidur saja.
”cak, teko ndi ae, bengi-bengi ngene?” tanya Ali mengintrogasi kami, salah seorang mahasiswa senior asli Jawa Tengah yang menjabat sebagai ketua DPO (dewan Pencarian Orang)
”aku mari ngerjakno tugas ambe Jali soale ono penelitian mahasiswa stress di kampus” jawab Simon, mahasiswa Psikologi asli Malang yang memiliki perawakan nyaris seperti bo**ng sekujur tubuhnya.
”klo saya baru selesai rapat OSIS, eh salah rapat BEM, tuh bareng Azim” jawabku sambil menunjuk ke arah Azim
Akhirnya kami pun selesai di interogasi dan dipersilakan masuk kamar, namun Yuki dan Muladi masih berada di belakang kami.
”teko ndi, cak?” tanya Ali, kembali mengintrogasi Yuki dan Muladi
”aku baru selesai main PS bareng Yuki dan teman-teman yang sudah Duluan tadi, mas” dengan polos dan jujurnya Muladi menjawab, dan akhirnya kami pun di panggil kembali dan tentu saja kena takzir.
****************
Di dalam kamar, aku menyaksikan teman sekamarku Mat Bensin sedang giat belajar, padahal malam-malam sebelumnya sebelum jam 10 malam dia sudah terlelap tidur terlentang di kasurnya yang dipenuhi tinggi namun malam ini, aku mendapati pemandangan yang berbeda, Mat Bensin begitu teman-temanku memanggilnya dengan perwakannya yang tambun, dia dikenal sebagai orang yang murah senyum dan lucu. Sebenarnya nama aslinya Ahmad Mu’zijat Failudin, seorang mahasiswa Gresik yang terkena efek sinetron Bajaj Bajuri, hingga dia pun dijuluki Mat Bensin.
”Mat, tumben udah tengah malam gini kamu belum ngorok?” tanyaku memecah kosentrasu belajarnya.
”eh Dul, teko ndi awakmu bengi-bengi?, aku arep sidang skripsi sabtu iki, awakmu iso teko gak? Jawabnya sambil melemparkan senyumnya yang khas
”iya InsyaAllah aku dateng, kebetulan sabtu ini gak ada acara” jawabku sambil meletakkan helmnya zakaria –mahasiswa asal Banyuwangi yang katanya aktivis sebuah organisasi kemahasiswaan di kampusnya.
”bukane emang tiap sabtu awakmu memang gak duwe kegiatan” protesnya
”hehehhe... tau aaja!” jawabku simpel
”dasar kamu Jomblo!” pekik Yuki yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar.
********************
Hari sabtu pun tiba, nampak Mat Bensin sudah terlihat rapi dengan baju putihnya sebelum subuh, bahkan ketika di bangunkan Pak Kodir pun –ustadz kami yang paling hobi ganggu orang tidur waktu subuh tiba- dia sudah terbangun, padahal setiap subuh, dia seperti sebuah batu yang sangat sulit sekali bangun tidur.
Pada pagi itu, aku bertugas membantu Mat Bensin untuk mengambil dan mempersiapkan kue untuk para dosennya, nampak terlihat keringat dingin menetes di wajahnya, walau begitu dia (Mat Bensin) mencoba tetap tersenyum seperti biasa. Ketika saatnya tiba, para profesor botaknya mulai memasuki ruangan, artinya sebentar lagi Mat Bensin akan segera di eksekusi dengan tumpukan tugas akhirnya.
Sementara kami menunggu Mat Bensin yang sedang dieksekusi, Muladi dan Yuki –yang memang juga mahasiswa setempat- mengajakku jalan-jalan keliling kampunya, ”siapa ngerti nemu pacar disini” seru Muladi, Mahasiswa asal Indramayu yang terkenal jago beretrorika. Tidak jauh dari situ, kami bertemu beberapa anak sekolah yang rupanya sedang PKL di kampus ini, mereka menjual roti-roti hasil pangan dan memasarkannya.
”blo, tuku roti yuk!” ajak Yuki sambil menunjuk kedai roti
”gak ah, aku gak laper” jawabku
”ayolah, deloken, akeh arek ”abu-abu” sekolah yang jualnya”bujuk Yuki setengah memaksa
”ayolah, tapi aku gak beli ya” jawabku
”mblo, sing jagane ayu tenan” matanya tidak berkedip memandangi slah seorang dari mereka –penjaga kedai-
”ealah, kamu mau beli roti apa mau liatin yang jual” protesku
”udah kita kesana aja” ajak Muladi yang dari tadi SMSan
Kami pun berjalan menuju kedai roti, yang terpampang bernama ”Roti Gosong Manis” yang berada di salah satu kantin jurusan di kampus itu.
”permisi mbak, ada roti apa aja disini” tanya Yuki kepada salah satu penjual yang memakai kerudung berwarna putih dengan pita kupu-kupu di dadanya
”banyak mas, ada roti keju bakar, roti singkong bakar, roti bakso bakar dll” jawab si penjual tadi sambil tersenyum manis.
”kalo roti manis bakar?” tanya Yuki menanyakan rasa yang lainnya
”aku!” jawab si penjual dengan senyum menggoda.
Dan kami pun saling berpandangan satu sama lain.

No comments:
Post a Comment