Dinamika kehidupan santri-mahasiswa dari bangun tidur sampai tidur lagi
Wednesday, June 15, 2011
MALAM RABU
Sesampainya di pondok, aku langsung saja merebahkan diri, menikmati aktivitasku hari ini yang sangat melelahkan. Tak terasa sudah malam rabu lagi, nanti malam dipastikan keadaan pesantren Al-Ghozali –berlokasi di Jl. Ceker Ayam- yang biasanya ramai, akan seketika sepi karena akan mengalami eksodus besar-besaran para santrinya, maksunya tentu bukan pindah/ keluar dari pondok untuk selamanya, melainkan pada malam keramat ini, mereka senantiasa mencari kesibukan masing-masing di luar pondok; ada yang memang benar mengerjakan tugas kuliah, rapat-rapat BEM dan ada juga yang rapet-rapetan (ehm... maaf di sensor, bagi para jomblo).
Pada malam rabu ini, memang di pondok kami tidak ada kegiatan dirosah atau pengajian kepengasuhan, tetapi dirubah ke dalam format do’a istigosah. Kata I.S.T.I.G.O.S.A.H sangat identik sekali dengan Ust. Mudakir, guru kami yang ”hoby” membaca do’a istigosah di pesantren kami, sehingga mendapatkan julukan Bapak Istigosah Al-Ghozali.
Tiba-tiba, Yuki datang ke kamarku –Yuki ini adalah mahasiswa asal Madura, namun perawakan dan kulitnya tidak seperti orang Madura kebanyakan, dia berkulit bersih dan agak putih (ehm...bukan rasis), dia juga ngefans banget sama Ricardo Kaka, pemain AC Milan asal Brazil, dan Yuki adalah salah satu temanku yang mengidap penyakit jomblo akut-, rupanya Yuki mengajakku untuk eksodus pada malam Rabu ini.
”Blo, ayo budal engko sore, ngopi karo arek-arek” ajaknya
”waduh, aku lagi gak punya duit, coi”
”walah, aku wis sing traktir”
”beneran nih, emang siapa aja yang mau ikut?”
”akeh wis, ono Mbah Neje, Simon, Jali, Azim terus karo muladi”
”owh..Pak mul –muladi- ikut juga ya?”
”yo mesti ae, dia kan pimpinan republik jomblo disini”
”Okeh deh aku ikut”
”yo wis, engko sore marine bal-balan, enteni di warunge Mak Piah”. Jelasnya.
Belum sempat memejamkan mata, tiba-tiba Hape bututku berdering, rupanya ada SMS masuk dari orang rumah.
”Dul, barusan udah ditransfer uang Rp. 400 ribu ke rekeningmu buat bulan ini” begitu isinya, SMS yang ku tunggu sejak awal bulan yang lalu.
”Alhamdulillah” jawabku.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment