Wednesday, June 15, 2011

IJO LUMUT


Menjelang magrib, suasana di pondokku sudah ramai lantunan pujia-pujian shalawatan di mesjid, bertanda adzan magrib akan segera berkumandang guna memanggil para santri berjama’ah sholat magrib, dan setelah itu tentu saja I.S.T.I.G.O.S.A.H ...! tentu saja dengan lakon tetapnya Ust. Mudakir, yang telah sangat lihai dan cekatan dalam memimpin istigosah ini.

Terus terang, ketiks aku pertama kali berada di pesantren ini, aku kaget ketika ada salah satu santri senior yang menggedor-gedor pintu kamarku.
”cak, ayo melu istigosah, ojo turu ae, wis di enteni Ust. Mudakir iku” bentaknya
”emang istigosah buat apa, mas? Tanyaku
”yo, dikene wis rutin, malem rebo iku istigosah buat kelancaran urusan kita” terangnya
”owh gitu ya, setahuku istigosah itu do’a untuk meminta hujan, mas” jawabku polos

Maka ketika waktu itulah aku menjadi tahu apa itu istigosah –bukan do’a buat minta hujan- yang mempunyai komposisi tetap sebaagai berikut:
1. mesjid ; sebagai tempat penyelenggaranya
2. malam rabu ; sebagai waktu keramat istigosah
3. Ust. Mudakir ; sebagai pembaca keramat do’a istigosah
4. gorengan ; sebagai hidangan keramat setelah istigosah

Sesampainya di warung Mak Piah, ternyata gerombolan Ijo Lumut Cs beserta motor-motornya yang lolos dari kawalan aparat pondok, ”luarrrrr biasa!!!” pekikku, seperti diketahui wajah penjaga pondok atau keamanan pondok sangat amat menyeramkan, mungkin melebihi keangkeran wajah Malaikat Malik –sang penjaga neraka-, serraaaam!.

Setelah kesepakatan tercapai, ada 7 orang yang bereksodus berjama’ah dengan jumlah 4 motor, berarti ada 1 motor saja yang tidak mempunyai boncengan, dia adalah Mbah Neje, sebenarnya namanya Dudin Setiawan, mahasiswa asal Lumajang yang hoby merawat jenggotnya, disamping mempunyai jumlah jenggot yang lebat, dia juga jarang mencuci rambutnya (jarang keramas) hingga di julukilah dia Mbah Naga.

Dari kesemua anggota Ijo Lumut –ikatan jomblo imut- sepakat bahwa rute yang akan ditempuh selama elsodus malam rabu ini adalah: shalat magrib di mesjib Al-taubah di Jl. Veteran, lalu jalan-jalan ke pusat perbelanjaan didekat sana kemudian nongkrong sambil makan malam dan ngopi di Jl.Soekarno hata kemudian ke rental playstation.

”rek, mari ngini deloki tim idolaku pasti menang” pekik Jali sambil memamerkan baju kebesaran tim kesayangannya Manchester United
”oalah yo sek kalah karo tim kesayanganku,AC Milan” protes Yuki dan Muladi yang sama-sama menjagokan AC Milan, keduanya memang selalu tampak akur bahkan tak jarang teman-teman mengiranya saudara kandung –walau beda kulit dan asal daerah-
”klo aku yang tetep istiqomah sama jagoanku, AS Roma” sambungku
”hahaha, tim koyok ngono ae di banggano” cela Simon
”deloki, timku Chievo –tim seri A Italia,penghuni jurang degradasi- ” sambungnya
”ya masih bagus timku, ada Francesco Totti nya, lha Chievo paling musim ini juga degradasi” balasku kepada Simon.
”weits, yo opo seh, Milan, Roma, MU, opo maneh Chievo lewat sama jagoanku, Inter Milan” protes Azim sambil memperlihatkan gantungan kuncinya yang berlogo IMFC –Inter Milan Football Cengeng-
”yo wis, saiki ayo ndang budal nang rental ae, buktino sopo sing lewih jago” sambung Mbah Neje dengan nada bijak melerai debat kusir kami.

Hari ini, aku dinaungi dewi fortuna kesebelasan kebanggaanku selalu menang, lawan Azim dengan Internya, aku menang dengan skor 3-2, lawan Jali dengan Munya, aku juga menang dengan skor 2-1, dengan Muladi 1-0, dengan Yuki 2-2 dan dengan Simon 5-1.

Aku pun juara PS se-geng Ijo Lumut!!!!!!!!!!!!!!!!!!

No comments:

Post a Comment